Forum Yafi Hadramaut Dukung Gubernur Amankan Yaman Timur

Share:
Pemerintah di Sanaa menyatakan kesiapan untuk merawat dan memfasilitasi dialog damai guna menghentikan pertumpahan darah di wilayah selatan Yaman. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan, khususnya di provinsi-provinsi strategis seperti Hadramaut dan Al-Mahrah.

Anggota Dewan Politik Tertinggi sekaligus tokoh senior Ansarullah, Muhammad Ali Al-Houthi, menegaskan bahwa Sanaa membuka pintu bagi seluruh pihak yang berseteru di selatan. Menurutnya, dialog tersebut ditujukan untuk “haqq ad-dimaa” atau penghentian darah yang tertumpah, sebagai prioritas kemanusiaan.

Al-Houthi menyampaikan bahwa perundingan akan dilakukan dengan “atap keadilan yang terbuka untuk semua”, tanpa saling tuding dan tanpa kepentingan politik sempit. Ia menekankan pentingnya menjauhkan dialog dari manuver provokatif yang justru memperpanjang konflik.

Ia juga menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir setelah adanya komunikasi dengan tokoh-tokoh berpengaruh di wilayah yang tengah bergejolak. Hadramaut dan Al-Mahrah disebut sebagai wilayah yang mengalami tekanan serius akibat dinamika konflik dan intervensi kekuatan eksternal.

Menurut Al-Houthi, banyak pihak mulai menyadari bahwa eskalasi yang terjadi bukan untuk kepentingan rakyat, melainkan berujung pada penghancuran dan pengurasan sumber daya yang tersisa. Ia menilai dialog menjadi jalan paling rasional untuk mencegah kehancuran lebih lanjut.
Di akhir pernyataannya, Al-Houthi mengajak seluruh kekuatan Yaman mengarahkan orientasi perjuangan ke isu yang lebih besar. Ia menyerukan agar “kompas” konflik diarahkan melawan agresi Israel serta mendukung perjuangan Palestina dan pembebasan Al-Quds.

Sementara itu, di Hadramaut, situasi politik dan keamanan diwarnai narasi kemenangan dan konsolidasi. Sebuah pernyataan dukungan dan ucapan selamat dikeluarkan oleh Forum Putra-putra Suku Yafi Hadramaut yang menyoroti perkembangan terbaru di provinsi tersebut.

Forum tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Hadramaut secara luas, serta kepada seluruh rakyat Yaman. Mereka menyebut telah terjadi “kemenangan bersejarah” yang diklaim sebagai pembebasan penuh wilayah Hadramaut.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa keberhasilan tersebut diraih oleh Pasukan Perisai Tanah Air Hadramaut, yang dipimpin oleh Gubernur Hadramaut sekaligus Ketua Komite Keamanan, Salem Al-Khanbashi. Dukungan udara Saudi disebut berperan signifikan dalam operasi tersebut.

Forum juga menekankan adanya partisipasi aktif dan terhormat dari putra-putra suku Hadramaut di medan operasi. Mereka menyebut keterlibatan lokal sebagai simbol kehormatan, martabat, dan pertahanan tanah kelahiran.

Dalam narasi yang bernuansa politik regional, pernyataan itu memberikan apresiasi tinggi kepada Kerajaan Arab Saudi. Kepemimpinan Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman disebut memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas Hadramaut.

Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, juga disinggung sebagai bagian dari kepemimpinan yang dianggap konsisten mendukung keamanan wilayah tersebut. Forum menilai dukungan Riyadh sebagai bukti persaudaraan dan kepentingan bersama.

Forum Yafi Hadramaut menegaskan bahwa momen ini merupakan fase nasional yang sangat menentukan. Mereka menyerukan agar seluruh masyarakat Hadramaut memikul tanggung jawab sejarah untuk menjaga persatuan.

Seruan tersebut mencakup penolakan terhadap perpecahan internal dan ajakan mengutamakan kepentingan umum. Forum menilai bahwa perbedaan sikap politik tidak boleh mengorbankan stabilitas dan keselamatan masyarakat sipil.

Mereka juga menyerukan dukungan penuh terhadap otoritas lokal dan institusi negara. Konsolidasi di bawah kepemimpinan pemerintahan daerah dinilai krusial untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Menurut pernyataan itu, stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi pembangunan. Hadramaut diharapkan dapat memasuki fase baru menuju pembangunan menyeluruh dan berkelanjutan.

Forum menggambarkan visi Hadramaut sebagai wilayah yang kuat, aman, dan stabil. Mereka menegaskan penolakan terhadap kekacauan dan konflik berkepanjangan yang merusak tatanan sosial.

Di sisi lain, tawaran dialog dari Sanaa dan narasi kemenangan di Hadramaut mencerminkan kontras pendekatan politik di Yaman. Satu pihak mendorong meja perundingan, sementara pihak lain mengedepankan legitimasi kekuatan di lapangan.

Kondisi ini memperlihatkan betapa kompleksnya peta konflik Yaman selatan. Inisiatif damai dan deklarasi kemenangan berjalan paralel, tanpa jaminan akan saling bertemu pada satu titik solusi.

Para pengamat menilai bahwa keberhasilan dialog sangat bergantung pada kemauan aktor-aktor lokal dan regional. Tanpa kesepakatan yang inklusif, konflik berpotensi bergeser bentuk, bukan berakhir.

Di tengah dinamika tersebut, masyarakat sipil di Hadramaut dan wilayah selatan lainnya tetap menjadi pihak yang paling terdampak. Harapan akan perdamaian kini bertumpu pada apakah tawaran dialog dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata, bukan sekadar pernyataan politik.

Tidak ada komentar